Sandy Bridge, Prosesor dengan Satu Milyar TransistorMenurut Intel, Jika Core 2 bisa menyelesaikan suatu tugas dalam hitungan jam dan Nehalem dalam hitungan menit, Sandy Bridge hanya membutuhkan waktu dalam hitungan beberapa detik saja. Tidak salah jika CEO Intel, Paul Otellini, sangat optimis dengan prosesor desktop dan mobile yang bakal hadir pada tahun 2011 ini. Sandy Bridge adalah prosesor Intel 32 nm dengan arsitektur anyar (fase Tock dari Tick-Tock Policy) yang menyatukan beberapa CPU core, GPU core, cache, PCI Express (PCle) controller, dan memory controller dalam satu keping silikon. Perubahan arsitektur juga merambat ke perubahan soket. Sandy Bridge akan memakai jenis soket baru LGA1155 yang disediakan pada motherboard dengan chipset Series 6.
GPU Upgrade: 32 nm dan performa lebih cepatBanyak yang mempertanyakan keputusan Intel untuk tidak mengadopsi DirectX 11 dalam Sandy Bridge. Intel beralasan bahwa kebanyakan game yang didominasi saat ini masih didominasi DirectX 9.Terlepas dari tidak didukungnya DirectX 11 pada Sandy Bridge, Intel tidak menutup mata terhadap kritikan bahwa on-die GPU pada prosesor mereka sudah usang. Ini dibuktikan dengan merombak mekanisme pengolahan graphics dalam on-die GPU (kini memakai 32 nm) Sandy Bridge. Perbaikan di sisi graphics ini berdampak signifikan dalam menekan konsumsi daya total dari Sandy Bridge. Meskipun steam prosesor (Intel menyebutnya sebagai Execution Unit/EU) pada Sandy Bridge sama dengan Core i3/i5, through-put mengalami peningkatan. Peningkatan juga didapatkan karena GPU kini telah memakai L3 cache sebagai repository data utama dan bukan lagi memori sistem.
Satu Ring untuk Semua: Ring Interconnect BaruPerubahan juga dilakukan pada ring interconnect bus yang menghubungkan berbagai unit di dalam Sandy Bridge, seperti CPU core, GPU core, memory controller, dan Level 3 cache.Ring bus yang dikembangkan dari prosesor server Xeon 7500 ini menyediakan bandwith sebesar 96 GB/s setiap link-nya. Selain cepat, perubahan ini diperlukan agar Intel lebih fleksibel dalam memodifikasi jumlah core di dalam chip. CPU Upgrade: Turbo Boost dan Instruksi BaruCPU core dalam Sandy Bridge juga mengalami penyempurnaan, seperti kemampuan dalam me-load/menyimpan dua alamat sekaligus dan fungsi Turbo Boost yang kini dapat meng-overlock keempat CPU core yang ada secara bersamaan.Turbo Boost juga berlaku untuk GPU core. Terakhir, Intel pun menghadirkan instruksi baru AVX (Advanced Vector Instructions) untuk mempercepat perhitungan floating-point saat mengolah file-file multimedia. ![]() | ||||
| Dadi Perlmutter sedang berbicara mengenai Sandy Bridge di Intel Developer Forum San Francisco, Senin )13/9/2010). |
SAN FRANCISCO,- Salah satu hal yang banyak dibicarakan dalam Intel Developer Forum 2010 di San Francisco adalah Sandy Bridge. Benda apakah itu? Ya, Sandy Bridge bukanlah nama jembatan, tapi kode bagi prosesor baru yang dikembangkan Intel sebagai pengganti Nehalem.
Sandy Bridge disebut-sebut sebagai langkah evolusioner dari prosesor Intel Core i5 dan i7 yang saat ini menjadi "otak" banyak komputer di pasaran. Bedanya, Sandy Bridge akan mengedepankan efisiensi tenaga sehingga prosesor lebih efektif dalam bekerja. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya mengolah data-data visual sehingga menghasilkan tampilan yang lebih detail.
"Cara orang menggunakan komputer berevolusi secara cepat, sehingga diperlukan prosesor yang lebih kuat dan menghasilkan tampilan lebih baik," ujar Dadi Perlmutter, general manager Intel Architecture Group, Senin (13/9/2010) di San Francisco. "dan prosesor generasi kedua yang akan datang ini akan menjadi salah satu kemajuan terbesar dalam kemampuan komputasi dibanding semua generasi sebelumnya."
Prosesor yang mulai dikembangkan tahun 2005 ini dibuat dengan proses 32nm, salah satu proses paling mikro mengingat 1 nano meter adalah satu per milyar meter. Ia juga akan dilengkapi arsitektur "cincin" baru yang memungkinkan graphics engine-nya berbagi data dengan inti prosesor sehingga meningkatkan kemampuan komputasi sekaligus menghasilkan tampilan grafis lebih baik.
Selain itu, Sandy Bridge dilengkapi teknologi Turbo Boost, yang secara otomatis bisa memindahkan atau mengalokasikan daya inti prosesor dan grafisnya guna meningkatkan performance dan mengatur beban kerja. Menurut beberapa sumber, clock speed yang dimilikinya adalah 2.3 GHz hingga 3.4 GHz bila Turbo Boost Technology dimatikan dan mencapai 3.0 GHz hingga 3.8 GHz dengan Turbo Boost Technology.
Dalam demo yang dilakukan Dadi saat pembukaan IDF 2010, diperlihatkan bagaimana kinerja Sandy Bridge melampaui prosesor pendahulunya. Meski begitu, Anda harus bersabar bila ingin memilikinya karena prosesor ini baru akan dipasarkan awal tahun depan.
Intel Luncurkan Generasi Kedua Prosesor Core
![]() |
| Keping prosesor Sandy Bridge. |
![]() |
| Sandy Bridge adalah jembatan teknologi prosesor ke masa depan. Pantas saja jika kami sebut begitu. Pasalnya, Sandy Bridge adalah perubahan terbesar yang dilakukan Intel sejak era Pentium 4. |
LAS VEGAS, — Generasi kedua prosesor Core akhirnya dirilis oleh Intel menjelang ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, AS. Namanya sama Core i3, i5, dan i7, tetapi menggunakan teknologi prosesor terbaru yang sebelumnya disebut Sandy Bridge.
Prosesor Intel terbaru dilengkapi dengan sejumlah teknologi terbaru. Salah satu yang menonjol adalah kemampuan menampilkan video lebih baik. Sejumlah teknologi terkait yang dibenamkan di dalamnya adalah Intel Insider, Quick Sync Video, dan Wireless Display 2.0.
Secara keseluruhan ada 20 jenis prosesor Sandy Bridge yang diluncurkan Intel, berikut enam seri chipset, Centrino WiFi, dan adapter WiMax. Setiap prosesor memiliki empat Core CPU dan akan terintegrasi langsung dengan sebuah prosesor grafis.
Produk baru yang baru akan keluar ke pasar minggu depan ini diproduksi menggunakan teknologi produksi chip 32 nanometer. Intel juga berencana merilis versi dua Core-nya pada Februari mendatang dengan harga lebih bersaing. Dengan prosesor baru, sudah ada lebih dari 500 model laptop dan desktop yang akan menggunakannya sepanjang tahun 2011 ini.
Pada mikroarsitektur sebelumnya, Intel lebih banyak mengoptimasi kinerja tiap komponen, tanpa mengubah cara kerja komponen tersebut. Jika prosesor dianalogikan sebagai sebuah rumah, Intel cuma melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.
Komponen di dalam prosesor ini sendiri kurang lebih sama seperti Nehalem. Yang pertama tentu saja inti prosesor. Pada Sandy Bridge generasi pertama ini jumlah inti masih 2 dan 4, namun akan disusul generasi berikutnya yang memiliki 6 dan 8 inti.
Prosesor Intel terbaru dilengkapi dengan sejumlah teknologi terbaru. Salah satu yang menonjol adalah kemampuan menampilkan video lebih baik. Sejumlah teknologi terkait yang dibenamkan di dalamnya adalah Intel Insider, Quick Sync Video, dan Wireless Display 2.0.
Secara keseluruhan ada 20 jenis prosesor Sandy Bridge yang diluncurkan Intel, berikut enam seri chipset, Centrino WiFi, dan adapter WiMax. Setiap prosesor memiliki empat Core CPU dan akan terintegrasi langsung dengan sebuah prosesor grafis.
Produk baru yang baru akan keluar ke pasar minggu depan ini diproduksi menggunakan teknologi produksi chip 32 nanometer. Intel juga berencana merilis versi dua Core-nya pada Februari mendatang dengan harga lebih bersaing. Dengan prosesor baru, sudah ada lebih dari 500 model laptop dan desktop yang akan menggunakannya sepanjang tahun 2011 ini.
Pada mikroarsitektur sebelumnya, Intel lebih banyak mengoptimasi kinerja tiap komponen, tanpa mengubah cara kerja komponen tersebut. Jika prosesor dianalogikan sebagai sebuah rumah, Intel cuma melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.
Namun di Sandy Bridge, Intel betul-betul membangun sebuah rumah baru. Seluruh komponen diperbarui, mulai dari branch predictor, out-of-order execution, sampai kerja memory subsystem.
Namun yang terpenting adalah Sandy Bridge adalah wujud sebenarnya dari fusion processor, alias prosesor yang menyatukan seluruh komponen prosesor ke dalam sekeping silikon.
Sebenarnya Intel sudah melakukan kebijakan integrasi ini sejak 2 tahun lalu. Pada generasi prosesor Bloomfield, mereka memasukkan memory controller. Pada Lynnfield, giliran PCI-E controller yang masuk. Puncaknya di era Clarkdale, ketika Intel chip grafis onboard.
Ada satu catatan penting dari seluruh proses tersebut: seluruh komponen sebenarnya masih terpisah dalam keping-keping silikon yang berbeda. Nah, hal itulah yang Intel rombak di Sandy Bridge. Seluruh komponen di dalam prosesor Sandy Bridge berada dalam sekeping silikon yang dibuat dengan fabrikasi 32nm.
Komponen di dalam prosesor ini sendiri kurang lebih sama seperti Nehalem. Yang pertama tentu saja inti prosesor. Pada Sandy Bridge generasi pertama ini jumlah inti masih 2 dan 4, namun akan disusul generasi berikutnya yang memiliki 6 dan 8 inti. Masing-masing inti memiliki L2 cache sebesar 256KB. Kerja L2 cache dibantu dibantu cache level 3 (L3 cache) yang jumlahnya sama dengan inti dengan ukuran bervariasi antara 3-8MB, tergantung segmentasi. Sedangkan PCI Express, DMI, dan memory controller dan display interface berkumpul menjadi satu menjadi komponen yang disebut System Agent.

Clarkdale merupakan prosesor Intel yang tergolong unik. Keunikannya ada karena terdapat chip prosesor dan chip graphics card yang menyatu dalam sebuah keping prosesor. Clarkdale pula yang menandai kehadiran pertama dari prosesor dekstop dengan chip graphics card di dalamnya. Chip Clarkdale diproduksi dengan proses fabrikasi 32 nm dan inilah prosesor pertama Intel yang mengadopsi proses fabrikasi ini. Akan tetapi, chip graphics card yang ada di Clarkdale masih diproduksi dengan proses fabrikasi 45nm.
Di awal tahun 2011 ini, Intel secara resmi merilis keluarga prosesor Intel Core generasi kedua mereka. Prosesor tersebut telah menggunakan arsitektur baru yang diberi nama Sandy Bridge. Sama seperti prosesor Clarkdale, Sandy Bridge memiliki chip prosesor dan chip graphics card di dalamnya. Selain menggunakan arsitektur baru, Sandy Bridge juga dilengkapi beberapa teknologi dan feature baru di dalamnya. Ingin tahu lebih jauh tentang arsitektur, teknologi, dan feature Sandy Bridge? Simak artikel kami berikut ini.
Arsitektur Sandy Bridge
Sama seperti Clarkdale, tertanam chip prosesor dan graphics card di dalam kepingan Sandy Bridge ini. Berbeda dengan Clarkdale, dimana kedua chip tersebut letaknya terpisah, letak kedua chip tersebut menyatu dalam satu die. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat skema prosesor Intel Sandy Bridge pada gambar di bawah ini.

Chip Sandy Bridge dipersenjatai 995 Juta transistor dengan ukuran chip 216 mm2 dan diproduksi dengan proses fabrikasi 32 nm. Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di atas, chip Sandy Bridge terdiri dari empat buah core prosesor. Beberapa model prosesor dilengkapi teknologi Hyper threading sehingga sebuah prosesor dapat memiliki hingga delapan buah thread. Sedangkan disebelah kiri core prosesor, Anda dapat menjumpai core graphics card atau Intel menyebutnya “Prosesor Graphics”.
Turbo Boost 2.0
Sejak era prosesor Nehalem, Intel telah memperkenalkan feature Turbo Boost.
Sekadar mengingatkan, Turbo Boost adalah kemampuan prosesor untuk meningkatkan kecepatan di atas standar jika mendeteksi TDP dan panas prosesor secara keseluruhan masih di bawah ambang normal. Hal itu biasanya terjadi ketika prosesor menjalankan aplikasi yang single-threading (seperti game), saat hanya satu atau dua inti yang bekerja. Karena inti lain istirahat—yang berarti jatah dayanya tidak terpakai—prosesor secara otomatis akan meningkatkan kecepatan inti yang sedang bekerja.

Nah, jeda waktu itu dimanfaatkan Turbo Boost 2.0 ini untuk memacu prosesor sekencang-kencangnya; bahkan di atas batas TDP aman. Barulah ketika panas prosesor mendekati batas maksimal, TDP diturunkan ke batas aman. Jeda tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 25 detik, namun efektif untuk menangani proses dengan beban kerja tinggi seperti proses loading Photoshop.
Menariknya, jatah daya dan panas ini juga bisa dibagi untuk chip grafis. Maksudnya, jika inti prosesor sedang beristirahat sementara chip grafis bekerja keras, maka chip grafis dapat mengambil jatah prosesor untuk meng-overclock dirinya. Lagi-lagi, inilah keuntungan memiliki sistem terintegrasi seperti Sandy Bridge.

Sandy Bridge dilengkapi Intel Smart Cache (L3 Cache) sebesar 8 MB. Akan tetapi, tidak semua model Sandy Bridge dilengkapi L3 Cache sebesar 8 MB seperti pada Core i5 dan Core i3. Sedangkan L1 Cache Sandy Bridge berukuran 64 KB dan L2 Cache berukuran 256 KB. Kontroler memori SandyBridge mendukung dual-channel memori DDR3 dengan kecepatan 1333 MHz. Feature Intel Turbo Boost juga hadir di Sandy Bridge, tetapi dengan versi lebih baru, yaitu 2.0. Beberapa model prosesor Sandy Bridge akan dilengkapi feature Turbo Boost.

Anda mungkin bertanya, mengapa Intel susah payah mengumpulkan seluruh komponen ke dalam prosesor? Jawabannya karena ada banyak keuntungan dengan sistem saling terintegrasi seperti ini.
Intel Turbo Boost 2.0

Pada Sandy Bridge,versi feature Turbo Boost mengalami peningkatan menjadi 2.0. Turbo Boost 2.0 pada Sandy Bridge memiliki cara kerja yang hampir sama seperti versi sebelumnya tetapi pada versi 2.0 clock speed masih dapat naik lebih tinggi di atas nilai TDP prosesor.

Inilah kondisi clock speed Core i7 2600K pada saat Turbo Boost aktif. Pada Turbo Boost 2.0, jika hanya satu core yang digunakan secara penuh oleh aplikasi, salah satu core akan meningkatkan clock speed hingga 3.8 GHz sedangkan tiga buah core lagi berada dalam kondisi idle. Namun, jika saat mencapai batas atas “Turbo Clock Speed” panas prosesor belum mencapai batas maksimal yang ditentukan, clock speed prosesor dapat naik lebih tinggi di atas 3.8 GHz.
Yang utama tentu saja peningkatan performa, karena tiap komponen dengan mudah terhubung satu sama lain. Apalagi, Intel Intel menggunakan interkoneksi baru yang disebut Ring Bus di Sandy Bridge ini. Interkoneksi ini menghubungkan seluruh komponen, mulai dari chip prosesor, chip grafis, sampai cache. Ring Bus ini diklaim memiliki kecepatan sampai 384GB/s dengan latency yang minim.
Keuntungan lain adalah penurunan konsumsi daya serta ukuran inti, apalagi dengann fabrikasi 32nm yang digunakan Sandy Bridge. Sebagai perbandingan, prosesor Sandy Bridge empat inti memiliki 995 juta transistor, namun ukuran die-nya hanya 216mm2. Bandingkan dengan pendahulunya, Lynnfield, yang “cuma” memiliki 296 juta transistor, namun memiliki ukuran die 296mm2.
Namun pengintegrasian tersebut juga menyisakan efek negatif. Pada era Nehalem, clock generator (yang mengatur frekuensi kerja seluruh komponen) berada di motherboard, yang memungkinkan kita melakukan overclock dengan menaikkan base clock (BCLK). Namun di Sandy Bridge, clock generator dipindahkan ke dalam prosesor. Hal ini membuat overclock melalui BCLK menjadi sangat sulit. Kenaikan hanya berkisar di angka 5-6MHz saja.
Apakah berarti overclock menjadi mati? Tidak sih, cuma lebih terbatas. Satu-satunya cara adalah menaikkan multiplier prosesor. Namun sebagian besar prosesor Sandy Bridge multiplier-nya dikunci. Yang dibuka hanya prosesor Sandy Bridge dengan akhiran “K”, yaitu Core i5 2500K (4 inti, 3,3GHz, tanpa HyperThreading) dan Core i7 2600K (4 inti, 3,4GHz, dengan HyperThreading).
Jika rajin menyimak perkembangan prosesor Intel, Anda mungkin menyadari perbedaan penamaan dari prosesor generasi Sandy Bridge ini.
Ya, prosesor baru ini memiliki sistem penamaan 4 angka, sementara versi sebelumnya 3 angka. Angka pertama dimulai dari angka 2, karena Intel menganggap Sandy Bridge sebagai prosesor Nehalem generasi kedua. Selain itu, ada pula akhiran K, T, dan S.
Akhiran K menunjukkan fasilitas multiplier yang bebas (tidak dikunci). Sedangkan prosesor akhiran T dan S memiliki TDP yang lebih kecil, yaitu 65 Watt (seri T) dan 45 Watt (seri S). Sekedar mengingatkan, prosesor Sandy Bridge “normal” memiliki TDP 95 Watt. TDP yang kecil menunjukkan seri T dan S ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti Home Theater PC.
Total ada 29 prosesor berbasis Sandy Bridge yang Intel rilis, yang terbagi untuk segmen desktop (14 buah) dan notebook (15 buah). Dengan harga antara US$100-300, segmen yang ditempati prosesor baru ini adalah menengah ke bawah. Segmen teratas masih diduduki prosesor dengan soket LGA1366 (contohnya Core i7-975), dan mungkin baru digantikan tahun depan. Penamaan Sandy Bridge sendiri tetap mengikuti sistem Core i3/i5/ i7.
Sebagai pegangan mudah, Sandy Bridge tipe Core i3 memiliki 2 inti, sementara untuk Core i5 dan i7 memiliki 4 inti. Namun perlu diingat kalau Core i5 seri Lynnfield juga ada yang 2 inti, sehingga pastikan Anda memilih prosesor Core i5 dengan 4 digit jika ingin menjajal Sandy Bridge.
Namun sejujurnya kami tidak bisa memberi panduan mudah menyangkut feature di dalam prosesor, seperti VT-x (Virtualization Technology), TXT (Trusted Execution Technology), maupun AES-IN (instruksi untuk membantu proses enkripsi/dekripsi file).
Intel sepertinya belum “kapok” untuk memperumit sistem penamaan prosesor mereka. Ambil contoh feature VT-x yang ada di Core i5-2400 namun tidak ada di Core i5-2300. Bayangkan: namanya mirip, namun feature di dalamnya berbeda. Jadi jika Anda butuh salah satu feature tersebut, coba Anda cek di ark.intel.com untuk memastikan keberadaannya.
Berikut adalah prosesor desktop versi “polos” dan K yang tersedia untuk segmen retail.

Jajaran Prosesor Sandy Bridge

Tidak kurang dari 29 varian prosesor Sandy Bridge untuk platform desktop dan mobile telah atau akan dirilis ke pasaran. Masing-masing seri Core i3, Core i5, dan Core i7 akan mendapat jatah varian Sandy Bridge. Prosesor Sandy Bridge untuk platform desktop terdiri dari :
- Core i7 : 2600K, 2600S, dan 2600
- Core i5 : 2500K, 2500S, 2500T, 2500, 2400, 2400S, 2390T, dan 2300
- Core i3 : 2120, 2100, dan 2100T
Spesifikasi Sandy Bridge
Inilah tabel spesifikasi beberapa model prosesor Sandy Bridge untuk desktop.

Overclocking di Sandy Bridge

Overclocking Sandy Bridge tergolong berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Di prosesor Intel generasi sebelumnya, overclocking dapat dilakukan dengan merubah nilai BCLK (Base Clock). Akan tetapi, di Sandy Bridge, dengan merubah nilai BCLK akan membuat clock pada komponen lain seperti clock PCI Express atau clock SATA berubah. Nilai BCLK pada Sandy Bridge berada pada 100 MHz dan perubahan sedikit saja pada nilai BCLK akan membuat clock komponen lain berubah, seperti untuk PCI Express dan SATA. Jika perubahan clock terlalu tinggi akan menyebabkan terganggunya kerja komponen tersebut.
Jika merubah nilai BCLK membuat sistem tidak stabil, bagaimana cara meng-overclock Sandy Bridge? Salah satu caranya adalah dengan menaikkan nilai multiplier prosesor dan proseosor Sandy Bridge yang memiliki multiplier tidak dikunci adalah seri “K”. Dalam jajaran model prosesor Sandy Bridge memang terdapat seri “K” dan seri “non-K”. Jika Anda hanya ingin menjalankan sistem Sandy Bridge Anda dalam keadaan default, Anda dapat memilih prosesor non-K. Sedangkan jika Anda ingin mengutak-atik kecepatan prosesor Sandy Bridge Anda, Anda dapat memilih seri “K” yang ditambah motherboard chipset Intel P67.
Platform Sandy Bridge
Prosesor Intel Sandy Bridge menggunakan motherboard dengan chipset terbaru yaitu chipset Intel seri 6. Tidak kurang sepuluh buah varian chipset Intel seri 6 hadir ke pasaran, lima buah untuk platform dekstop dan lima buah untuk platform mobile. Varian untuk platform desktop terdiri dari P67, H67, H61, Q67, dan B65. Sedangkan untuk varian mobile terdiri dari QS67, QM67, HM67, HM65, dan UM67.Intel juga memperkenalkan soket terbaru untuk prosesor Intel Sandy Bridge yaitu soket LGA1155. Anda tidak dapat memasangkan prosesor Intel yang menggunakan soket LGA1156 di motherboard soket LGA1155. Kabar baiknya, Anda masih bisa menggunakan HSF soket LGA1156 di soket LGA1155. Jadi, Anda tidak perlu membeli HSF baru.

Pada tabel di atas, Anda dapat melihat perbedaan spesifikasi chipset Intel seri 6 untuk platform desktop. Untuk konsumer umum, chipset yang tersedia adalah Intel P67 dan H67. Chipset H67 tampaknya lebih ditujukan untuk penggunaan di HTPC (Home Theater PC) atau komputer untuk keperluan komputasi ringan yang tidak membutuhkan tambahan graphics card add-on. Sedangkan chipset P67 lebih ditujukan untuk enthusiast user yang menginginkan kinerja lebih dari sistem Sandy Bridge mereka.


Gambar di atas adalah diagram sistem dengan chipset Intel P67 dan H67. Chipset P67 dan H67 kini mendukung koneksi SATA III (SATA 6Gbps). Jumlah port SATA maksimal berjumlah enam buah dimana dua buah port merupakan port SATA III dan sisanya SATA II. Dibandingkan chipset H67, jalur PCIe x16 pada P67 dapat dibagi menjadi dua jalur sehingga slot PCIe berjalan pada kecepatan x8 pada masing-masing slot. Dua jalur PCIe memungkinkan P67 menjalankan mode multi-graphics card SLI atau CrossfireX. Walaupun chipset P67 dan H67 hanya mendukung USB 2.0, tampaknya beberapa produsen motherboard akan menambahkan feature USB 3.0 dengan menggunakan chip tambahan.
Intel HD Graphics 2000 dan 3000

Semua model prosesor Intel Sandy Bridge dilengkapi graphics card Intel HD Graphics. Terdapat dua varian graphics card di Sandy Bridge yaitu Intel HD Graphics 2000 dan 3000. Intel HD Graphics 2000/3000 mendukung teknologi DirectX 10.1, Shader Model 4.1, dan Open GL 3.0. Perbedaan Intel HD Graphics terletak pada jumlah EU (Execution Units). Execution Units merupakan sebutan lain dari Stream Prosesor. Intel HD Graphics 2000 dilengkapi 6 EU dan 12 EU pada Intel HD Graphics 3000. Untuk mengaktifkan Intel HD Graphics, Anda membutuhkan motherboard dengan chipset seri H seperti H67.

Selain prosesor, graphics card pada Sandy Bridge juga dilengkapi feature Turbo Boost. Jika penggunaan prosesor tidak tinggi dan nilai TDP belum tercapai, clock graphics card akan naik dari kondisi default. Pada Core i7 2600K, clock graphics card dapat naik hingga 1100 MHz.
Intel Quick Sync
Intel memperkenalkan feature terbaru mereka yaitu Intel Quick Sync di prosesor Sandy Bridge. Feature ini memungkinan video diproses oleh hardware, bukan lagi software seperti pada Clarkdale/Arrandale. Penerapan feature ini dapat Anda jumpai di aplikasi transcoding video seperti MediaEspresso 6.0.

Pada MediaEspresso 6.0 feature “Full Hardware Acceleration” kini dapat diaktifkan. Sayangnya feature ini hanya aktif jika sistem menggunakan graphics card Sandy Bridge, Intel HD Graphics. Saat kami menambahkan graphics card add-on seperti AMD (ATI) atau NVIDIA, feature “Full Hadware Acceleration” milik Intel menjadi tidak aktif.

Pada gambar di atas, Anda dapat melihat MediaEspresso 6.0 menampilkan logo Intel saat feature “Full Hardware Acceleration di aktifkan. Feature Intel Quick Sync membuat proses transcoding video berjalan lebih cepat. Seberapa kencang proses transcoding video saat menggunakan feature ini? Anda dapat menyimaknya pada hasil pengujian nanti.
CPU-Z Screenshot
Galeri Foto
- Box Sandy Bridge

Inilah box prosesor Sandy Bridge untuk Core i7 seri “K”. Core i3 dan Core i5 memiliki motif box yang tidak jauh berbeda dengan gambar di atas.
- Prosesor
![]() |
| Kwartet prosesor Sandy Bridge yang kami uji selama ini. Intel Core i5 2500, Intel Core i5 2500K, Intel Core i7 2600K, dan Intel i7 2600K versi retail telah mendarat di lab pengujian kami |
.
- Motherboard
ASUS
asrock p67 fatality
Inf.by : tekno.kompas, infokomputer, jagatreview
Editor: zachc_catatanku















